Kamis, 03 Februari 2011

Tahun Baru China

. Kamis, 03 Februari 2011

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Tahun Baru China 2562 di Makassar, diperingati dengan meriah, tadi malam. Ribuan warga Makassar tumpah ruah,memadati kawasan Pecinaan di Jalan Sulawesi untuk menyaksikan berbagai atraksi menyambut tahun kelinci emas.

Merrylina, warga Panammpu misalnya memboyong dua anaknya hanya untuk menonton atraksi barongsai dan pesta kembang api yang dimulai pukul 22.00 Wita hingga pukul 24.00 Wita sekaligus menandai puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Kwan Kong. Di jalan Sulawesi, ada tiga Klenteng yang merayakan Tahun Baru Imlek tadi malam yakni Kelenteng Xian Ma, Kelenteng Ibu Agung Bahari dan Kelenteng Kwan Kong. Selain dipadati warga Tionghoa yang menggelar sembahyang malam untuk menyambut sembahyang tinggi yang akan digelar hari ini, perayaan juga dipadati oleh masyarakat pribumi. Panitia Perayaan Imlek Klenteng Kwan Kong, Rusmin mengaku, sembahyang malam tersebut dihadiri sekitar 2 ribu masyarakat Tionghoa baik yang beragama Budha maupun Khonghucu.

Mereka berdatangan sejak petang hari. “Jumlahnya sekitar 2 ribuan, tapi tak terlalu terlihat lantaran datangnya tidak bersamaan,” ungkapnya kepada SINDOtadi malam. Dalam perayaan tahun bershio kelinci emas ini,masyarakat Tionghoa berharap mendapatkan banyak keberuntungan dan keberkatan.“ Saya berharap bertambah amal ibadah dan keberuntungan untuk usaha keluarga saja,” tutur Agip Thio warga Mallengkeri yang datang sembahyang bersama keluarga besarnya. Lain lagi dengan Hoing Sheng atau Samsuddin warga Alauddin 1, dia berharap ditahun kelinci ini,keluarganya makin diberkati dan mendapat perlindungan dari Dewa Kwan Kong sebagai raja para dewa.

“Saya melihat tahun ini penuh dengan keberuntungan,”ujarnya. Berbaurnya masyarakat dari berbagai kalangan membuat perayaan Tahun Baru Imlek tadi malam, tidak lagi terlihat sebagai perayaan mayarakat Tionghoa semata. Masyakat pribumi yang berbondongbondong datang, bahkan ikut berbaur dengan masyarakat Tionghoa untuk memberi angpao kepada barongsai yang melakukan atraksi. Kehadiran perkumpulan penari barongsai di malam tahun baru, sengaja untuk menghibur masyarakat. Pemberian angpao kepada barongsai selain sebagai simbol keberuntungan jika mampu dijangkau tempat tertinggi, juga menjadi santunan kepada penari barongsai.

Meski demikian, Tahun baru Chinakaliinitidakakanmenyajikan karnaval Cap Go Me sebagai puncak perayaandiharike-14Imlek.Namun, bilangan jalan Sulawesi tetap akan menggelar pesta rakyat sebagai pengganti arak-arakan dewa yang tahun ini menolak untuk keluar, tepat 17 Februari mendatang. Seluruh komunitas Tionghoa se Sulsel diundang untuk mengisi acara pesta rakyat dengan berbagai kesenian yang diharapkan mengundang wistawan utuk berkunjung.

0 komentar: